Cerita Sejarah Pribadi

 

Rasa Pahit Manis Kehidupan

Karya: Elisabeth Febi Hardina / kelas XII MIPA

SMA VIRGO FIDELIS BAWEN

 

Saya bernama Elisabeth Febi Hardina, biasa dipanggil Febi, saya anak kedua dari dua bersaudara. Saya lahir di Kabupaten Semarang, 13 Februari 2003. Saat ini saya tinggal bersama kedua orang tua saya di Desa Jimbaran Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, saat ini saya duduk di bangku SMA kelas 12 di SMA Virgo Fidelis Bawen.

Masa kecilku begitu sangat menyenangkan, karena saya anak kedua dan jika saya meminta apa-apa pasti akan di turuti jika punya rezeki,. Saya masuk ke Taman Kanak-Kanak di dekat rumah,  pada saat usia 5 tahun ditahun 2008 dan itu masuk ke TK kecil, saat TK kecil saya di antar kesekolah bahkan di tungguin sampai pulang di sekolahan, saat itu ibu saya sudah mulai kerja di SMP, saat saya sekolah tiba-tiba saya di tinggal kerja sama ibu saya karena tidak terbiasa ditinggal sendiri saat istirahat saya mencari ibu dengan menangis sejadi-jadinya, dan akhirnya guru TK ku menghantarku pulang, setelah kejadian itu saya menjadi terbiasa sendiri disekolah tanpa harus di tungguin dengan ibu sama dengan teman-teman yang lain.

Saat usia 6 tahun ditahun 2009 saya memasuki TK besar, saya sudah terbiasa sendiri bahkan berangkat sekolah sendiri tanpa diantar, pengalaman memalukan yang saya tidak bisa lupa saat TK besar yaitu saya pernah ngompol di kelas karena kamar mandi sekolahan gabung jadi satu dengan panti asuhan yang banyak anjingnya, anjingnya sering menggonggong dan mengejar orang, saat itu saya langsung di antar pulang oleh tukang kebun sekolahan.

Setalah saya lulus TK. Saat usia 7 tahun di tahun 2010, saya memasuki pendidikan Sekolah Dasar Kanisius dekat dengan rumah. Di kelas 1 sayatidak ada masalah atau pengalaman yang begitu saya ingat. Di kelas 2 saya ingat sekali saat itu saya masuk siang jam 9 karena harus bergantian kelas dengan kelas 1 saat itu hari rabu setelah pulang sekolah saya berenang dengan teman-teman berenang menggunakan sragam sekolah yang harusnya hari kamisnya harus di pakai. Hari kamis tiba saat itu sudah jam 7 saya di marahin bapak saya karena mencari sragam tidak ketemu-ketemu, ternyata sragam masih basah dan maih di dalam plastik saat itu juga sragam yang mau di pakai langsung di cuci sama bapak dikeringin, dijemur, di strika, dan jam setengh 9 tiba saya berangkat sekolah dengan baju yang agak basah, dan masih bau apek karena belum kering.

Setelah kenaikan kelas akhirnya saya naik kekelas 3, di kelas 3 guru saya sangat kiler dan sudah tua beliau bernama Bu Marsih bahkan kalau maju mengerjakan soal dan tidak bisa akan di lempar menggunakan penghapus papan tulis, dan disuruh berdiri sampai bisa mengerjakan soal yang diberikan, dan saya pernah mengalami hal itu. Bahkan saat pulang sekolah ada kuis yang bisa menjawa duluan pertanyaan bisa pulang duluan dan pasti pertanyaannya matematika, saya pernah tidak bisa menjawab pertanyaan dan saya pulang paling akhir sendirian, dan saya di suruh membersihakan kelas sendirian. Dikelas tiga lah saya tinggal kelas karena tertekan oleh guru  yang sangat garang yang bernama Bu Marsih, syukurnya Bu Marsih tidak mengajar kelas tiga, saat itu Bu Marsih mengajar di kelas 4 dan saat itu saya masih di kelas 3 dan ganti guru, gurunya sangat menyenangkan, sangat friendly, dan suka nembang jawa beliau bernama Pak Sungadi, saat memasuki semester 2 awal Pak Sungadi mengalami sakit yang sangat lama dan kesehatanya menurun, dan saat itu saya naik kelas, ke kelas 4 syukurnya gurunya Pak Sungadi lagi meski kesehatannya sedikit menurun tetapi beliau begitu bersemangat untuk kesekolah. Saat itu sekolahan ruangan kelas 4, kelas 5, dan kelas 6 sedang di renovasi, kelas 5 dan kelas 6 bergantian dengan anak-anak TK karena kelas 5 dan kelas 6 menggunakan ruangan Tk dan kelas 4 menggunakan rumah warga yang sangat dekat dengan sekolahan yang bernama Pak Wahyudi. Saat pak Sungadi ulang tahun saya dan teman-teman setelah pulang sekolah menghias kelas untuk kejutan Pak Sungadi, paginya Pak Sungadi diberi kejutan dan roti ulangtahun.

Setelah naik kelas ke kelas lima, ada murid baru dari papua yang sering di buly. Di kelas 5 saya tidak ada masalah sama sekali. Setelah naik ke kelas 6 baru ada banyak maslah muncul di saya, saat kelas 6 saya sedang nakal-nakalnya, saat itu saya beserta geng saya yaitu Billa, Okta, Agnes dan saya sendiri sering membuat onar, saat itu jam pelajaran sedang kosog tidak ada guru saya dan teman-teman diberi tugas oleh guru, malah tidak dikerjakan dan anak cowok-cowok malahpada jajan dan pada membawa hp kesekolah, saat itu temanku bernama alfian malah membuar status di whatsaap dan dilihat oleh guru, setelah hari itu paginya sudah seperti biasa kebetulan saya, Okta, Billa, Agnes malah membawa hp kesekolah, saat itu juga ada razia dan hp saya dan teman-teman disita oleh kepala sekolah. Dan saat itu sedang palajaran olahraga saya, dan teman-teman saya yang membawa hp dan teman-teman cowok yang kemarin ketahuan jajan saat jam pelajaran dan yang membawa hp tidak boleh mengikuti pelajaran olahraga, dan kami hanya di kelas, setelah pulang sekolah saya dan teman-teman saya yang perempuan dan yang membawa hp dan hp nya di sita di panggil oleh kepala sekolah untuk di sidang dan di tanya-tanyain oleh kepala sekolah, saat itu juga hp saya dan punya teman-teman sya dikembalikan. Semenjak saat itu saya tidak pernah main lagi dengan teman-teman sayayang bernama Okta, Agnes dan Billa, bahkan saat disekolah saya seperti orang yang dikucilkan karena tidak punya teman. Saat saya memasuki semester 2 di kelas 6 sudah mulai ada kegiatan tambahan pelajaran di sekolahan untuk mempersiapkan ujian. Dan biasanya setelah pulang sekolah hanya istirahat sebentar, mandi, dan pergi les lagi di rumah Bu Tarni dengan teman-temanku. Hari saat ujian tiba saat itu kami mengerjakan dengan sungguh-sungguh. Pengumuman kelulusan tiba saat itu pengumuman kelulusan dan perpisan di pemancingan suharno 2. Saat itu semua sisawa lulus 100% dengan hasil yang memuaskan dan Sekolah Dasar kami mendapat peringkat 2 sekabupaten.

Waktu demi waktu saat SD telah saya lalui dengan berbagai pengalaman, saya pun melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi yaitu SMP, saya melanjutkan ke SMP Negri 1 Bandungan, di sini lah saya mendapat teman-teman baru baik cowok maupun cewek dari luar kecamatn Bandungan. Ini lah yang menurut saya yang membedakan dari masa SMP dan masa SD, di masa SD dari kelas satu sampai kelas enam hanya kenal dengan teman-teman satu desa dan bahkan hanya tetangga rumah, main di rumah sama di sekolah dengan teman-teman yang sama. Tapi pas masa SMP ini intinya lebih banyak melihat hal-hal baru. Kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman saat saya baru pertama masuk ke tingkat SMP.

Diterima di sekolah yang sudah terakreditasi A, siapa yang tidak mau, bah kan saya sudah dikenal oleh guru-guru di SMP Negri 1 Bandungan karena ibu saya bekerja di SMP itu sebagai staf di Tata Usaha. Saya mulai masuk di SMP Negri 1 Bandungan. Sebelum mendapat kelas, seluruh siswa diwajibkan untuk mengikuti MOS( Masa Orientasi Siswa) atau pengenalan sekolah, kegiatan MOS ini berlangsung kurang lebih 3 hari, saat itu kegiatan MOS di wajibkan menggunakan tas dari bahan kardus, rambur harus di kepang dua kalau cewek, makan atau bekal yang disuruh bawa juga harus sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh sekolahan.  Di masa MOS ini lah saya mulai dapat teman baru yang begitu seru dan teman yang menurutku sejiwa denganku. Saat itu saya kelas 7 masuk ke kelas 7F, saat masuk kelas saya berbeda kelas dengan teman saya saat MOS, tapi teman-teman 7F sangat seru, yang aneh saat pelajaran agama karena saya beragama katholik dan teman-teman yang lain beragama islam, dan jika saat pelajaran agama saya dan 3 orang teman saya mengikuti pelajaran agama katholik di ruang perpustakaan. Setelah berjalan seperti biasa hari dimana di sekolah ku ini ada kegiatan ekstrakulikuler pramuka yang wajib mengikuti kegiatan pramuka ini kelas 7, sebelum Ulangan Kenaikan Kelas dilaksanakan terlebih dulu melakukan kegiatan persami, saat perjalanan mau kesekolahan di perjalanan saya malah jatuh dan ada luka di kaki dan saat kegiatan wide game saya hanya ikut jalan tidak ikut kegiatan karena kaki saya sakit. setelah kegiatan persami selesai seminggu setelahnya kegiatan Uangan Kenaikan Kelas diadakan saya harus belajar dengan serius agar mendapat hasil yang memuaskan. Setalah kegiatan Ulangan Kenaikan Kelas terlaksana kurang lebih satu minggu, sekolah mengadakan kegiatan bagi kelas 7 kegiatan kunjungan industi ke jogja, kelas 8 study tour ke Jakarta Bandung, dan kelas 9 saat itu mempersiapkan untuk kelulusan sekolah.

Pada tahun kedua aku berada di SMP teman-teman dulu saat kelas 7 berganti karena di acak dan di campur lagi, kelas delapan saya mendapat kelas di 8A kelasnya dekat dengan kantin, di kelas delapan ini saya merasakan persaudaraan yang erat di kelas karena semua teman-teman pedudi satu sama lain, di kelas 8A ini saya seperti mendapat anggota keluarga baru, pergi kesana kemari dengan teman-teman bahkan temannya tidak hanya dengan perempuan bahkan dengan laki-laki pun kita berteman. Saat ada lomba-lomba di sekolahan kelas yang pasti menang itu pasti kelas 8A karena tali persaudaraaan, dan rasa kerja samanya yang terjaga. Ada satu teman ku yang sering di kucilkan dan dibuly di kelas karena fisiknya yang kurang sempurna, dan tidak mau bergaul dengan teman-teman di kelasnya, dia sering di buly dengan di ejek dengan sebutan dewa telur karena mukanya yang bulat dan seperti tidak terawatt. Bahkan saya pun ikut membuli, dia di kelas hanya murung sendirian karena tidak punya teman satupun dan tidak mau bergaul. Tanggal 13 Februari saat itu tahun 2017 hari dimana aku berulang tahun, saat itu ulang tahun yang sangat mengesankan karena saya sedang sakit dan teman- teman saya memberi kejutan dengan memberikan kue ulang tahun di situ sayamerasa terharu dengan kesediaan teman-teman saya yang rela dating kerumah untuk memberikan kejutan ulangtahun. Seperti biasa setelah kegiatan Ulangan Kenaikan Kelas di sekolah mengadakan kegitan study tour untuk kelas 8 saat itu kami pergi study tour ke Jakarta Bandung, disana kami sangat senang sekali. Kegiatan Ulangan kenaikan kelas telah tiba disini saya merasa ragu karena Mulai dari saya masuk ke SMP sampai saat ini lah hobiku berubah kea rah kemajuan teknologi, yaitu dengan whatsaap, facebook da social media lainnya. Setiap hari kulewati dengan bermain telepon genggam aku lupa akan kewajibanku untuk belajar dan membantu orang tuaku di rumah, aku mulai terlena dan kecanduan akan kemajuan zaman yang akhirnya membuat nilai di rapotku menjadi turun.

Pada tahun ketiga saya berada di SMP ini dan saya bertemu degan teman-teman yang berbeda-beda lagi, saya berpisah kelas lagi dengan teman-teman saya saat di kelas 8, tetapi komunikasi kita tetap terjaga bahkan saat ada acara-acara di sekolah kita masih tetap bisa berkumpul, dan bahkan pada saat istirahat mesti kita kumpul di kamar mandi atau di taman dekat kelasku. Di kelas 9 ini saya merasakan kesenangan karena mendapatkan teman baru yang sangat mengerti perasaanku. Di kelas 9 ini saya masih melakukan kegiatan ku yang setiap harinya hanya melihat ke telepon genggam saja tidak belajar, tidak membantu orangtua bahkan lupa kalau kelas 9 ini akan melaksanakan ujian dan sebagainya, di kelas 9 ini akan ada ujian praktek olahraga yaitu ujuan praktek senam irama berkelompok, setiap pulang sekolah kelompokku melangsungkan latihan senam agar mendapat hasil yang memuaskan, sebelum ujian praktek terlaksana kelas 9 saat itu mengadakan kunjungan budaya di Salatiga dan ke Semarang tepatnya di grand maerokoco dan kota lama Semarang, di Salatiga kami belajar membatik, melukis, dan lain sebagainya, yang nanti hasil dari membatik, melukis, dan menggambar akan mendapat nilai dan nilainya masuk kedalam ujian praktek, sedangkan yang di Semarang kita hanya berfoto-foto.  Ujian Nasional akan dilalui tetapi saya masih saja melakukan kediatanku yang seperti tahun tahun yang lalu yang hanya bermain telepon genggam setiap harinya lupa belajar dan lupa membantu orang tua. Kusadari hampir 3 tahun aku mengalami dampak negative dari kemajuan teknologi tersebut. Dampaknya nilai ujian ku menjadi turun dan aku hanya mendapat nem yang pas-pasan. Selain yang membuat nilaiku turun tidak hanya dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, melainkan juga aku ada masalah dengan tetanggaku sebelum aku kenal dengan pacarku saat itu, aku punya teman di kampungku bahkan sudah aku anggap seperti kakakku sendiri, di kampungku ada geng bernama semlohe yang anggotanya RT 5 yaitu di RT ku, saat itu geng semlohe tidak tahu kalau aku berpacaran dengan seorang laki-laki itu, karena aku berpacaran secara diam diam karena aku tidak mau teman ku tau kalau aku berpacaran dengan dia, karena temanku itu suka dan sangat senang sekali dengan laki-laki itu, tetapi laki-laki itu lebih memilih saya, tetapi suatu hari saya dan laki-laki itu ngecamp bersama teman-temanku, da nada salah satu temanku yang bilang kepada temanku yang suka dengan laki-laki itu, dan sejak saat itu temanku yang suka dengan laki-laki itu mendiamkan ku sampai sekarang. Hubunganku dengan laki-laki itu sangat baik meskipun banyak halangan tetapi akan kita lalui bersama-sama, hubungan kita sangat baik karena kita berdua sudah saling kenal dengan anggota keluarga masing masing. Dan masalah dengan temanku sejenak aku lupakan.

Pada tahun 2018/2019, aku kembali berada di sekolah baru dengan tempat dan lingkungan yang baru yaitu SMA Virgo Fidelis Bawen. Disini aku mendapatkan hal-hal baru dan teman-teman baru bahkan dari luar jawa ada di SMA ini. Di SMA masuk pertama kegiatan yang pertama dilakukan yaitu MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) diadakan kurang lebih 3 hari di kegiatan itulah aku mendapat teman baru, di hari ketiga MPLS kita melakukan kegiatan pramuka seperti kegiatan persami, tetapi ini untuk mendapatkan pet sagupa sagupi. Setelah kegiatan MPLS selesai kita masuk seperti biasa dan aku mendapat kelas sementara di kelas sepuluh IPA, saat itu diadakan tes pesikologi untuk menentukan jurusan yang tepat untuk kita, hasil tes pesikolognya keluar setelah satu minggu kegiatan tes dilaksanakan, hasailnya aku harusnya masuk ke jurusan IPS tetapi aku tetap ada di jurusan IPA, tetapi aku senang karena teman-teman di IPA sangat baik-baik meskipun nilai persaudaraannya rendah dan hanya mementingkan nilai. Meskipun aku kurang bisa dalam pelajaran di IPA saya berusaha mengikuti dan terus berusaha. Selama ini aku melupakan masalah yang sedang terjadi di sekitar rumahku, karena aku jarang ketemu juga dengan tenggaku, dan hubunganku dengan pacarku saat itu masih berjalan dengan baik seperti biasa, setiap hari setiap pulang sekolah pasti aku bertemu dengan dia, bahkan sampai aku melupakan keluargaku, dan akhirnya keluargaku lama kelamaan tidak suka dengan pacarku ini setelah satu tahun lebih berpacaran dengan dia akhirnya aku putus dengan dia karena keluargaku yang tidak suka dengan dia, bahkan aku berfikir kalau aku putus dengan dia temanku yang suka dengan dia bakalan mau berbicara lagi dengan aku tetapi pikiranku itu tidak benar. Sejenak aku melupakan hal dan maslah itu semua.

Di kelas sepuluh itu aku melakukan berbagai kegiatan di sekolah salah satunya mengikuti kegiatan ekstrakulikuler paskibra saat itu saya mengikuti kegiatan paskibra di kabupaten dalam rangka memperingati hari ulangtahun kabupaten Semarang saat itu SMA Virgo mendapat kesempatan untuk membawa bendera mengiring bapak bupati, selain ekstrakulikuler paskibra, kelas sepuluh juga di wajibkan untuk mengikuti kegiatan pramuka, setiap hari jumat kami para siswa siswi kelas sepulih di wajibkan mengikuti kegiatan pramuka, setelah hari-hari kulalui seperti biasa, kegiatan Penilaian Akhir Semester di kelas sepuluh akan dilaksanakan kurang lebih satu minggu setelah itu kami para kelas sepuluh melakukan kegiatan kemah bakti yang diadakan di Sumowono tepatnya di candi garon, kegiatan kemah baktu juga menentukan naik atu tidak naik kelas ke kelas sebelas.

Memasuki tahun kedua di SMA Virgo Fidelis Bawen, aku naik ke kelas sebelas, di kelas sebelas aku mengikuti ekstakulikuler pramuka yang nantinya menjadi bantara, sebelum pelantikan bantara aku mengikuti tes, sebelum pelantikan di laksanakan, kegiatan dikealas pelajaran sedikit sulit terutama pelajaran fisika, dan kimia. Saat itu tanggal 2 Oktober 2019 temanku bernama Hervian devri ananta mengungkapkan persaanya denganku di Umbul Sidomukti disakskan oleh teman-temanku, semenjak saat itu aku mempunyai teman baru yaitu Nekat Dolan kita sering main bareng bersama teman-teman ini teman teman nekat dolan ku yaitu Melky, Valen, Rivan, Jeanny, Niko, Deva, aku, dan Devri.

Hari pelantikan bantara telah tiba saya mengikuti kegiatan dengan rasa yang tertekan, karena kakak-kakak alumni yang datang begitu sangat nenakutkan karena terlihat sangat cuek. Tetapi kegiatan pelantikan bantara ini terlihat menyenangkan karena bareng bareng dengan calon anggota bantara yang lain. Disitu kita merasakan tali persaudaraan yang sangat erat, suka dan duka kita lalui bersama-sama. Setelah pelantikan selesai kita resmi menjadi anggota bantara, setelah beberapa kali pertemuan kegiatan pramuka, ada salah satu teman bantara kami yang menggundurkan diri sebagai anggota pramuka dan keluar dari SMA Virgo Fidelis Bawen, dia bernama Tito, saat dia berpamitan di bantara kami semua merasa kehilangan banget karena pengkat dia di bantara sangat tinggi, yaitu dia menjadi pemangku adat, bahkan saat dia berpamitan semua menangis tidak ada satupun yang tidak menangis, sebelum berpamitan di bantara Tito terlebih dahulu berpamitan di kelas sebelah IPA sama seperti saa dia berpamitan di anak-anak bantara saat dia bermatitn dengan teman-teman kelas dan wali kelas yang sat itu Bu Maria pun ikut terharu. Aku merasakan setelah tidak ada Tito di keanggotaan bantara solidaritan kita menjadi sangat menurun, bahkan saat kegiatan pramuka di laksanakan kita seperti berkelompok, dan tidak bisa bersatu, bahkan guru-guru pendamping pramuka juga merasakan itu.

Setelah suka duka di kelas sebelas aku lalui saat itu akan ada Penilaian Akhir Semester tetapi akhir-akhir itu sedang merabaknya pandemi virus covid-19 yang sudah tersebar di Indonesia, saat itu kami para siswa siswi melaksanakan pembelajaran dengan daring atau pembelajaran online. Kegaian Penilaian Akhir Semester juga dilaksanakan dengan online. Dan akhirnya aku naik kelas ke kelas duabelas, dengan mengikuti pembelajaran online aku mulai belajar dikelas duabelas ini, meskipun dengan pembelajaran online kita terbatas oleh waktu, bahkan lebih banyak tidak pahamnya dalam pembelajaran, dan pastinya lebih banyak tugas-tugas yang menumpuk tapi aku melewati semua ini dengan senang hati. Setelah berbagai pertimbangan akhirnya sekolah melaksanakan kegiatan luring yang hanya ketemu dengan guru dua hari dalam seminggu tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan dengan cara mencuci tangan, menggunakan masker saat jam pembelajaran luring atau tatap muka. Tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan. Jadikan masalalu dan pahit manisnya kehidupan sebagai pembelajaan untuk hari masa depan.

 

 

Komentar